Rupanya kedamaian yang di titipkan hujan di tiap-tiap sore masa berlakunya berakhir hari ini. Cukup mengesankan bisa bertahan selama dua puluh tujuh hari. Dua puluh tujuh hari setidaknya aku mampu menyimpan rinduku. Rindu pada sebuah kamar yang belum pernah ku tempati. Rindu pada orang-orang yang belum pernah ku jumpai. Rindu pada sebuah tempat yang belum pernah ku singgahi.
Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan
Minggu, 13 Juli 2014
TULISAN KERAGUAN
Rupanya kedamaian yang di titipkan hujan di tiap-tiap sore masa berlakunya berakhir hari ini. Cukup mengesankan bisa bertahan selama dua puluh tujuh hari. Dua puluh tujuh hari setidaknya aku mampu menyimpan rinduku. Rindu pada sebuah kamar yang belum pernah ku tempati. Rindu pada orang-orang yang belum pernah ku jumpai. Rindu pada sebuah tempat yang belum pernah ku singgahi.
Minggu, 26 Januari 2014
Ke Mesin Waktu Empat Tahun Lalu :)
Hallo. Sudah terlalu
lama tidak memposting disini, akhirnya baru sekarang. Tapi jika biasanya aku
hanya memposting puisi atau cerpen, maka tidak untuk malam ini. Aku ingin
bercerita, yaa bercerita. Hal yang biasanya hanya ku limpahkan pada dinding-dinding
kamarku atau cukup kutelan dalam ingatan saja. Tiba-tiba saja muncul keinginan
untuk mengenang semuanya, berhenti berjalan sejenak kemudian menoleh kebelakang
untuk tahu sejauh mana aku telah berjalan.
Senin, 04 Februari 2013
Tumpahan di Malam Kelabu
Hari-hari ini persis sama seperti tiga tahun lalu. Mungkin hanya angka yang berubah. "apa mimpimu?" "apa cita-citamu?" tak ada yang bisa kujawab selain gelengan dan senyuman. Tiga tahun yang lalu, ah tidak, lima tahun yang lalu pun aku masih seperti ini. Namun satu hal yang membuatnya berbeda.
MIMPI KITA :)
Kau tahu, Sahabatku?
di rengkuhan malam ini
bersama juntaian khayalku
aku telah bermimpi
tentang bagaimana kau dan aku
akan melalui jalan takdir kita
di rengkuhan malam ini
bersama juntaian khayalku
aku telah bermimpi
tentang bagaimana kau dan aku
akan melalui jalan takdir kita
Kamis, 06 Desember 2012
Mawar Merah
terima kasih untuk semua guru-guruku tercinta :)
memutar kaset masa laluku
aku muak
aku pikir kau tak peduli
di benakku hanya ingin kata pergi
bahkan rasamu tak pernah terasai oleh rasaku
kala itu, Bu
sepuluh detik terbaik di hidupku
Langganan:
Postingan (Atom)
